Gimana rasanya baca berita kaya gini?
Pasien RSJ Naik 5 Kali Lipat
BANDUNG, (PR).-
Jumlah pasien yang berobat ke Rumah Sakit Jiwa, Jln. L.L.R.E. Martadinata, Bandung, kini melonjak hingga lima kali lipat dibandingkan sebelumnya. Kepala RSJ Bandung, dr. Mahmud mengungkapkan, sebagian besar pasien adalah usia produktif, 18-50 tahun.
“Mereka datang sebagai pasien rawat jalan akibat gejala gangguan kejiwaan,” ujarnya saat dihubungi “PR”, Jumat (18/1) di Bandung.
Menurut dr. Mahmud, gejala gangguan kejiwaan yang diidap mereka yang berusia produktif merupakan konsekuensi dari kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan. Berdasarkan data di RSJ Bandung, saat ini dalam sehari lebih dari 100 orang datang untuk berobat.
“Apalagi saat awal krisis ekonomi di Indonesia tahun 1998, 60 persen pasien datang dari kalangan ekonomi menengah ke bawah,” tuturnya.
Krisis keuangan
Mahmud menambahkan, gangguan kejiwaan yang biasa muncul adalah depresi ringan. Hal itu terdeteksi dari gejala-gejala seperti gelisah, bingung, cemas, susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan nafsu makan terganggu. Gejala itu timbul berhari-hari dan terus-menerus.
“Sebaiknya cepat datang ke sini (RSJ-red) jika mengalami gejala-gejala seperti itu. Akan tetapi, rata-rata orang malu karena takut dianggap gila. Kebanyakan mereka malah berobat ke puskesmas atau ahli kesehatan dan mengonsumsi obat yang tidak tepat sasaran,” ucapnya.
Depresi, lanjut dr. Mahmud, biasanya terjadi saat stres yang dialami seseorang tidak kunjung reda. Penyebab depresi bisa dilihat dari faktor biologis, seperti karena sakit, trauma (benturan pada kepala yang mengenai saraf vital daya ingat dan kesadaran), pengaruh hormonal, dan pascamelahirkan.
“Selain itu, dapat dilihat dari faktor psikososial, misalnya konflik individual, masalah eksistensi, masalah kepribadian, dan masalah keluarga,” ujar dr. Mahmud.
RSJ Bandung memiliki enam psikiater untuk membantu mengatasi masalah kejiwaan. Jika sudah mengalami depresi tingkat tinggi, pasien bisa langsung dirawat. Sementara pencandu narkoba bisa mengobati gangguan kejiwaannya di RSJ Pasir Impun Bandung, yakni RSJ yang masih satu badan dengan RSJ Bandung. (CA-176)***
comment :
Jadi pengen berkomentar tentang istilah gangguan kejiwaan dan kata yang populer di masyarakat, yakni istilah ‘gila’.
Diakui atau ngga, kita cenderung menyebut orang yang memilikigangguan kejiwaan dengan istilah gila. Lalu..
Sebenarnya apa kegilaan itu?
Apakah kalau orang yang kita sebut ‘gila’ menyebut kita dengan ‘gila’ juga, lalu kita menjadi orang ‘gila’?
Berita di atas jadi indikasi, makin banyak orang ‘gila’ di muka bumi ini.. Itu yang terdata di RSJ, tapi di kenyataan gimana?
Gak sedikit orang-orang ‘gila’ yang sering nongkrong tiap malam, atau berkeliaran di jalan raya menunjukkan ‘kegilaan’ mereka dalam mengendara motor. Atau para pekerja instansi antah berantah yang ‘gila’ uang, mengambil keuntungan di setiap kesempatan.. ‘kegilaan’ yang menjadi tradisi, yang mendarah daging.. Para pejabat yang doyan menggelapkan pajak, memalsukan kuitansi pengadaan, menyuap untuk proyek, dan ‘kegilaan-kegilaan’ lainnya..
Juga orang-orang ‘gila’ yang mempercayakan hidupnya pada kebendaan atau pada hal yang tidak nyata.. Mendewakan manusia, menjadi ‘gila’ karena manusia.. Patuh dan tunduk pada hal semu..
Mungkin bisa disebut, makin banyak orang ‘gila’ di muka bumi ini, dan makin sedikit orang waras.. Lama-kelamaan, orang yang ‘gila’ akan dianggap waras sehingga orang waras akan dianggap ‘gila’.. Naudzubillah..
Abdullah bin Amr bin ‘ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bahawasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.”
H.R. Muslim
Aisyah r.a. berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan sampai hari kiamat sehingga anak seseorang menjadi puncak kemarahan (bagi ibu bapanya) dan hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas) dan akan bertambah ramai orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik dan anak-anak menjadi berani melawan orang-orang tua dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik”.
H.R. Thabrani
Keterangan
Di antara tanda-tanda kiamat ialah:
- Bila anak-anak merupakan puncak kemarahan orang tuanya.
- Bila hujan berkurangan, cuaca menjadi panas dan udara telah tercemar.
- Orang jahat bertambah banyak dan ajakan untuk membuat kejahatan sangat banyak.
- Orang yang berbuat kebaikan sedikit dan tidak mendapat kemudahan yang sewajarnya.
- Anak-anak sudah berani melawan orang tuanya.
- Orang-orang yang jahat berani melawan orang-orang yang baik dan tidak segan terhadap mereka.
Wallahu’alam
Yah, mungkin memang udah takdirnya, pada akhir jamanakan semakin banyak manusia ‘gila’ atau dalam kata lain jahil, jahat, dll. Mudah2an kita bisa tetaap waras. Not being crazy like many people do.. Are you crazy?