Hidup dan Teman

May 12, 2008


Beginilah hidup kawan..
aku pun sering terheran-heran
senang-susah datang bergiliran
hingga lisan hanya bisa terdiam..

Beginilah hidup kawan..
berada dalam permainan
yang berujung kalah atau menang
tak bisa mundur dan pulang
karena permainan terus berjalan
dan waktu terus menghitung perlahan
hingga tanda akhir dibunyikan

Tak ada yang tahu esok hari kawan..
bahkan segumpal awan
apakah esok ia akan tetap jadi awan?
ataukah jadi hujan..
sang awan pun tak bisa menentukan..

Tak ada yang tahu esok hari kawan..
bahkan sang rembulan
akankah esok malam ia datang?
ataukah hilang dibalik awan..
sang rembulan pun tak bisa menentukan

Tak ada yang tahu esok hari kawan..
bahkan sang manusia
akankah esok masih ada baginya?
untuk tetap berada dalam permainan
yang di dalamnya pun ia tak berkuasa
terombang-ambing badai, terbawa arus pusaran
bahkan tak berkuasa di hadapan sang alam

apalagi di hadapan Sang Maha Pencipta Alam?
lemah tak berdaya
dan sendirian..

hanya amal saleh dan keimanan
adalah sejatinya teman..

( Lab Konversi, 12 Mei 2008 )

—————–

nb: akhirnya.. puisi.. :p


Makasih Pak Polisi.. (Tragedi Lampu Kuning)

April 23, 2008

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

-Lampu Kuning Itu Siap-siap Berhenti! Bukan Tancap Gas Maju Terus!-

Hari ini, seperti biasa saya berangkat dari rumah saya di Cibiru menuju kampus ITB. Sebenernya hari ini gak ada agenda penting banget yang harus saya kejar, yang menyebabkan saya harus naik motor dengan terburu-buru. Tapi ya mungkin udah “fitrah”nya kali ya (maksudnya sih kebiasaan.. hehe) kalo naek motor dengan jarak rata2 30-40km per hari, rasanya ga mungkin kalo ga cepet.. (kalo lambat kapan nyampenya? :p). Apalagi kalo ngeliat lampu KUNING, adrenalin langsung berdesir kencang, bawaannya pengen nerobos dengan dalih : “Nanggung, kan belum merah!”.

Dan akhirnya ketika saya bertemu si KUNING itu, saya tak kuasa menahan gejolak adrenalin (alah bahasanya.. ) dan saya menerobos si KUNING yang udah ORANYE, alias hampir MERAH, hehe. Begitu sampe tengah2 perempatan, tiba-tiba polisi di depan saya (di tepi perempatan yang lain) sudah menunggu dengan gagahnya. Saya ditunjuk oleh polisi yang sedang jaga di dekat pos itu, dan dia menyuruh saya menepi.

Astagfirullah.. saya udah ngelanggar nih.. ditilang deh.. Akhirnya saya pun menepikan motor dengan mempersiapkan seribu alasan, eh ga ding, satu aja, “ah, saya kan nerobos lampu kuning.. ” Pokonya waktu itu saya udah bersikukuh mau silat lidah dulu dengan Pak Polisi itu. Tapi begitu polisi itu menyapa saya, saya langsung luluh, ga jadi deh mau silat lidah. Subhanallah. Begini dialognya :

Pak Polisi 1 (PP1) : Assalamu’alikum..

Saya (S) : (terhentak, kaget.. Subhanallah, polisinya ngomong Assalamu’alaikum.. bukannya “pagi dik!”) Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.. (mencoba senyum juga, sok akrab, heu2)

PP1 : (Ngomong basa Sunda dengan nada dasar = B mol) Rek kamana atuh, meni rurusuhan? (dengan intonasi biasa.. Sumpah, kayak ngomong ke temen akrab, bukan marah atau nyentak seperti : “Baleg euy naek motor teh!”)

S : (wah, polisinya sopan santun gini.. makin respek nih..) Ieu rek ka kampus Pa.. Ka ITB..

PP1 : Oh, emang ade ti mana? Bumina dimana?

S : Di Cibiru Pa.. Tadi teh, katingalina mah lampuna koneng pa.. (mencoba tuk membela diri sedikit, hehe)

PP1 : Sok atuh mana surat-suratna? (tidak peduli dengan pembelaan saya.. :( )

Akhirnya saya menunjukkan surat-surat dan masuk ke Pos Polisi.. Seperti biasa, polisi tersebut mengajak saya berdialog lagi ..

PP1 : Jadi sekarang mau gimana penyelesaiannya? (Emang penyelesaiannya bisa terserah saya yah? Lah, yang punya aturan kan situ!, gimana sih..)

S : (Saya mulai berfikir, pasti nih polisi mau ”mancing”.. Untung kemaren udah dapet peringatan dari temen2 di milis & YM kalo polisi sekarang suka “ngetes” dengan cara mancing kaya gini.. Padahal kalo ketauan pengen ”sidang di tempat” ujung-ujungnya malah makin panjang). ”Pak, maaf saya salah.. dan saya mau menempuh prosedur yang seharusnya..”

PP1 : Bener nih? Bisi we, ade ada keperluan mendesak, jadi pengen ”dibantu” gitu? Misalkan “Pak saya mah, nitip sidang aja..” Gitu juga bisa.. Saya mah terserah ade aajaa… ( Sambil tersenyum asem.. Mukanya ngingetin ke pak polisi jaman dulu yang kerjaannya emang gini, minta pungli!)

S : (Wah, pertanyaannnya udah makin spesifik, apa iya dia mau “mungli?” Ah, mungkin dia ngetes lagi!) ”Ngga pa, saya mau menempuh prosedur aja..”

PP1 : Ya udah, saya mah terserah ade aja.. Nih saya bikinkan surat tilang.. Hari jumat tanggal 2 nanti ade ke pengadilan.. (Alhamdulillah, kayanya emang bener ngetes.. Dia mengeluarkan sebuah buku lalu menulis dengan semangat..)

S : (menerima surat tilang itu dengan penuh rasa bersalah, tapi campur seneng juga karena ga “nyogok”) Ya pa, makasih.. (Tapi kan.. Waduh, tanggal 2 kan sy blm tentu bisa? kayanya harus ke luar kota nih.. Walah.. gawat! Gimana nih?)

Singkat cerita saya keluar dari pos polisi tersebut setelah bersalaman dengan Pak Polisi dan dinasihati juga oleh Pak Polisi yang lain..

PP2 : ”Kalo lampu kuning tuh siap-siap berhenti.. Bukan tancap gas maju terus!”

S : ”Iya, makasih pa, Assalamu’alaikum!..”

Dan ketika saya menaiki motor lagi, ga ada perasaan dongkol atau kesal yang biasanya saya rasakan kalo saya dulu ditilang.. Tapi malah malu pada Allah, pada diri sendiri yang telah berbuat dhalim saat itu.. Polisi telah mengingatkan dan memberi saya hukuman atas kesalahan saya..

Bayangkan kalo saya tidak diberi hukuman di dunia, di akhirat pasti akan diberi balasan yang amat pedih.. Naudzubillahi min dzalik.. Astaghfirullahal’adhim.. Saya pun bisa mengatakan bangga terhadap aparat atas kejadian ini..

Terimakasih Pak Polisi..

PS : ada yang mau nolongin ga gantiin sy sidang? Waduh, ternyata tanggal 2 Mei sy kemungkinan ga bisa! Gawat!


Hari Kartini yang salah kaprah..

April 21, 2008

Bismillahirrahmanirrahim..

Kartini.. tokoh perubahan.. tokoh perjuangan..

Tapi sekarang orang-orang menganggap bahwa Kartini adalah pejuang emansipasi perempuan. Yang mana “emansipasi” disini adalah versi barat, dimana perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki. Yang pada akhirnya berujung pada paham feminisme..

Feminisme, dapat diberi pengertian sebagai “Suatu kesadaran akan penindasan dan pemerasan terhadap perempuan dalam masyarakat, di tempat kerja, dan dalam keluarga, serta tindakan sadar oleh perempuan maupun lelaki untuk mengubah keadaan tersebut”. Menurut definisi ini, seseorang yang mengenali adanya sexisme (diskriminasi atas dasar jenis kelamin), dominasi lelaki, serta sistem patriarki dan melakukan sesuatu tindakan untuk menentangnya, adalah seorang feminis.

Di paham ini, mereka (para feminis) paham bahwa secara kodrati (lahiriah) mereka adalah wanita dengan segala konsekuensi logisnya.. Tapi anehnya, mereka tidak mau menerima konsekuensi bahwa secara batiniah pun sudah merupakan KODRAT bahwa laki-laki dan wanita itu bebeda..

Pada akhirnya, paham ini akan dapat menyesatkan bila sudah memiliki anggapan sebagai berikut :

1. Wanita itu sama dgn laki2, boleh menjadi pemimpin bagi laki2 apabila memang layak.. Bukankah Allah telah menjadikan laki-laki itu pemimpin bagi wannita karena Allah telah melebihkan Laki-laki dari wanita.. (An-Nisa : 34)

2. Wanita tidak berhak “dikekang” oleh agama (misal tidak boleh keluar rumah tanpa memakai jilbab, keluar rumah tanpa ijin suami, keluar sendiri lebih dari 24 jam tanpa ditemani muhrimnya). Mungkin memang sulit menerima aturan ini apabila tidak dipahami akidah yang kuat. Tapi apabila dipahami, sebenarnya aturan2 ini adalah untuk keselamatan bersama, tidak hanya bagi wanita. Bagi wanitanya, jelas merupakan ibadah dan menjaga kehormatan dirinya. Bagi orang lain, juga banyak manfaatnya, minimal mengurangi dosa. Secara jujur sebagai seorang laki-laki saya mengatakan sangat mudah “tergoda” seorang wanita yang sendirian, atau tanpa memakai jilbab. Yah, selalu ada saja godaan untuk minimal memandangi..

3. Wanita tidak berkewajiban mengurus rumah tangga, alias boleh berkarir tanpa memikirkan pendidikan anak dan kondisi rumah. Lalu akan jadi apa seorang anak tanpa bimbingan kasih sayang ibunya? Apakah dia akan menjadi “anak pembantu” atau “anak babbysitter”? Bukankah seorang wanita adalah Universitas pertama bagi seorang anak? Disinilah letak kemuliaan wanita, menjadi penjaga anak, dan seluruh harta apabila sang suami tidak ada. Islam tidak melarang berkarir, tetapi kewajiban seorang istri tetaplah mesti dilaksanakan..

4. Wanita ramai-ramai menentang poligami yang katanya merendahkan derajat kaum perempuan. Tapi kenapa prostitusi dibiarkan? Kenapa perempuan-perempuan yang menjual auratnya tidak digugat? Justru poligami merupakan solusi apabila memang PERLU untuk mengangkat dan menyelamatkan harkat seorang perempuan dari jurang kehinaan.

5. Dalam hukum waris, kaum wanita menuntut bagian yang sama dengan laki-laki. Padahal ketetapan Allah adalah “Bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan…” (An-Nisa : 11). Walaupun bagiannya tidaklah sama, tapi kita tidak boleh iri terhadap kariunia Allah Swt. “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nisa:32)

Sesungguhnya, bukan itu yang diperjuangkan seorang Kartini.. Karena Ibu Kartini adalah seorang pejuang Islam wanita, dia memperjuangkan kesamaan hak setiap orang yang miskin dan yang kaya, laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh ilmu. Waktu itu kaum wanita memiliki perbedaan hak dari laki-laki dalam mendapatkan kesempatan mencari ilmu.

“Wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara(nya)..” (An-Nisa :34)

selengkapnya :

http://www.eramuslim.com/atk/oim/462c5de7.htm

http://swaramuslim.net/more.php?id=A54_0_1_0_M


Your dream is your goal…

April 18, 2008

Sangat mudah untuk menjalani hidup dengan biasa saja..

Tapi hidup terlalu berharga untuk dijalani dengan biasa saja..


Inspirasi

April 14, 2008

dia datang di saat yang tak terduga

membuka cakrawala mata yang telah terbiasa

bangunkan harap tuk terus berasa

jejak langkah yang berbekas nyata..

Maha Suci Allah, Sang Maha Pemberi Inspirasi


Butuh Lebih Dari “Kopi Kesadaran”

March 17, 2008

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kalo otak lagi mumet, enaknya ngapain ya?

Pernah ga ngalamin, kayanya semua hal yang mo dilakuin mentok aja! Ga bisa mikir jernih jadinya.. Dan akhirnya jadi ga produktif banget.. Padahal yang namanya kerjaan ga bisa ditunda-tunda, waktu jalan terus..

Katanya sih, cara yang lumayan efektif adalah minum kopi.. Iya gitu? Ada yang bilang, kopi bisa memacu tubuh kita termasuk jantung dan syaraf-syaraf agar bekerja lebih keras. Makanya sering ada istilah ‘kopi kesadaran’, orang yang minum kopi akan lebih ’sadar’ untuk melakukan kegiatannya.

Tapi subhanallah, kita ga pernah bisa tau gimana sebenernya sang sel-sel otak bekerja.. Gimana neuron-neuron syaraf saling berhubungan tuk memproses sesuatu..

Maha suci Sang Pencipta otak, yang membuat manusia “ada”. Karena akal pikiran lah yang membedakan manusia dengan binatang. Manusia bisa berpikir, dan bebas memilih.. memilih takdirnya sendiri.. memilih di antara ketaatan dan kekufuran.. memilih melangkah maju atau diam di tempat.. bahkan memilih untuk menyangkal bahwa adanya penciptaan (na’udzubillah..).

Tapi masih banyak juga manusia di muka bumi ini yang ga bersyukur.. Udah dikasih otak kok ga dipake.. Udah dikasih super-komputer paling canggih sepanjang masa, tapi ga digunain bener-bener.. Yang dipake mungkin cuman sebagian, hanya satu persen mungkin.. Yakni bagian merekam dan menduplikasi perbuatan orang-orang terdahulu, tanpa dipikir apakah hal yang dilakukan rasional atau tidak.

Hari-hari menjelang Maulid Nabi, pasti bakal rame.. Apalagi di daerah yang masih kental dengan adat keraton.. Di saat-saat ini peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW biasanya digelar dengan peringatan besar-besaran yang salah satunya biasa disebut ’sekaten’. Udah tau mungkin yah, sekaten tuh kayak apa? coba buka http://sekaten.jogja.com/ atau http://students.ukdw.ac.id/~22022936/sekaten.html.

Sebuah perjalanan penyebaran agama Islam di Indonesia ternyata perlu dicampuri oleh hal-hal seperti ini.. Sebenarnya acara peringatan maulid nabi pun bahkan tidak ada di dalam Sunnah.. Mungkin memang dengan latar belakang budaya yang sulit dilepaskan, waktu itu hal in ‘terpaksa’ dilakukan sebagai strategi penyebaran agama. Pada awalnya, inti dari peringatan seperti ini adalah berdakwah. Namun, lama kelamaan, inti tersebut lama kelamaan luruh, tertutupi kemasan yang lebih menarik bagi kebanyakan orang.

Miris banget lah, kalo baca itu.. Seakan telah menjadi ritual.. Seolah telah menjadi ‘kewajiban’. Meminta bukan pada yang layak dipinta, yang takkan mampu memberikan manfaat bahkan mudharat sedikit apa pun. Pusaka-pusaka bagaikan ‘berhala-berhala’ yang diperlakukan dengan istimewa layaknya jaman jahiliyah dahulu.. Na’udzubillah.. Bagi mereka ini sudah menjadi tradisi bertahun-tahun yang sepertinya ‘berdosa’ jika ditinggalkan

Baginda Rasulullah SAW tentu akan marah betul jika beliau melihat kondisi umat Islam yang menjadi mayoritas, malahan melestarikan perilaku seperti ini. Jika memang ingin menjunjung menunjukkan cinta kepada Rasulullah,maka seharusnya ikutilah segala contoh perbuatannya, bukan dengan cara yang tidak dicontohkan, dan menjurus kepada kemusyrikan. “Siapa yang mencintai sunnahku, maka sungguh ia telah mencintai aku dan ia pun kelak bersamaku di surga ”(al-hadits).

Karena akidah adalah sumber utama dan akar “tunggal” dari kehidupan umat. Hanya Allah tempat meminta dan memohon pertolongan.


Pilih Cipanas, atau Jakarta?

March 13, 2008

Bismillahirrahmaanirrahim..

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

Sesungguhnya dibalik kalimat basmalah terdapat suatu arti dan falsafah hidup yang mengagumkan.. Banyak buku tafsir yang membahas ayat pertama di Al-Qur’an ini dengan bahasan yang amat luas dan dalam. Tak dielakkan lagi, kalimat ini adalah landasan utama dalam falsafah hidup manusia.

Sedikit arti dibalik kalimat ini ialah sifat Allah yang Ar-Rahman dan Ar-Rahiim, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ar-Rahman dapat diartikan mengasihi ke semua mahluk, tanpa kecuali termasuk manusia, tanpa memandang muslim atau kafir. sedangkan Ar-Rahim dapat diartikan Allah hanya menyayangi mahluk yang taat kepadaNya, yang senantiasa beriman dan bertakwa.

Hal ini mengartikan bahwa, apabila kita membaca basmalah sebelum melakukan segala sesuatu, insyaAllah yang kita lakukan adalah karena Allah dan akan mendapat ridho Allah SWT serta balasan amal yang baik kelak di akhirat. Bahkan bila kita hendak berbohong pun bacalah basmalah sebelumnya, sehingga kita akan ingat Allah dan tidak jadi berbohong.. :p. Apalagi bila mengerjakan amal perbuatan yang baik, dengan mengucapkan bismilah, semoga amalnya akan sampai di akhirat kelak.

Misalnya ada seorang muslim yang akan menanam padi dan membaca bismilah, sedangkan ada seorang kafir yang akan menanam padi dan tidak membaca bismilah. Lalu, ternyata hasil panennya sama2 baik dan dua-duanya sama-sama untung. Lalu apa bedanya mengucapkan bismilah dengan tidak?

Perbedaan orang yang membaca bismilah dan tidak adalah dari segi keberkahannya. Karena bagi muslim, dunia bukanlah tujuan, melainkan persinggahan saja. Keberkahan dari sesuatu akan dirasakan di akhirat kelak utamanya, dan ada pula yang dirasakan langsung di dunia, yakni (yang utama) adalah bertambahnya keimanan dan ketakwaan seseorang.

Seseorang menjadi lebih pasrah, dan yakin kepada Allah SWT bahwa, Dia-lah yang menjadikan segalanya, Dia-lah yang menumbuhkan padi, memberikan unsur hara pada tanah, menurunkan hujan, menciptakan matahari yang menjadi energi utama di muka bumi ini, dan seterusnya.

Ambilah sebuah perjalanan menuju Jakarta melalui persinggahan Cipanas, dimana di Jakarta ada jadwal pesawat yang akan berangkat. Di Cipanas, tentu kita bisa beristirahat dengan nyaman agar segar kembali dalam melakukan perjalanan ke Jakarta. Kita dapat merasakan sejuknya udara dan hangatnya berendam di kolam. Tapi seringkali kita terbuai sehingga kita lupa bahwa tujuan akhir kita adalah Jakarta, dimana kita harus melalui perjalanan panjang yang melelahkan. Segar udara dan hangatnya suasana membuat kita malas untuk beranjak. Tak terpikirkan bahwa kita akan ketinggalan pesawat bila terlambat. Namun tentu area rekreasi ini memiliki batas waktu, begitu juga bekal kita. Pada akhirnya kita harus berangkat lagi. Bila kita memilih untuk menikmati suasana tersebut lebih lama, tidak akan pernah sampai di Jakarta tepat waktu, ketinggalan pesawat dan akhirnya terlantar.

Begitu pula dengan perjalanan hidup, seringkali kita keasyikan dengan kenyamanan hidup di dunia, terlalu sibuk dengan segala macam urusan dunia, seringkali kita dibuat lupa akan tujuan kita yang sebenarnya yakni akhirat. Seharusnya persinggahan dunia  dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mempersiapkan diri untuk perjalanan agar selamat dan tepat waktu sampai tujuan sebenarnya yakni akhirat (surga atau neraka).

Kejarlah akhiratmu seakan kau akan mati hari ini..

Kejarlah duniamu dengan hati-hati agar kelak selamat di akhirat..

Wallahu’alam..

*Mohon koreksinya dan masukannya… Jazakallahu khairan katsira


Jas Merah (Jangan Pernah Melupakan Sejarah..)

March 6, 2008

Baru- baru ini saya baca beberapa buku yg lebih ‘berat’ dari biasanya.. Ga tau nih, akhir-akhir ini saya jadi banyak tertarik dengan sistem kemasyarakatan yang ideal tuh seperti apa..

Salah satu yang lagi saya baca adalah bukunya Karen Armstrong yang berjudul “Muhammad : Sebuah Biografi Kritis” (thanks muy! Jadi hayang meuli.. hehe). Buku ini memberikan saya sebuah atmosfer baru memandang sosok nabi besar yang kita cintai, Rasulullah SAW. Armstrong ingin memberikan gambaran se-objektif mungkin tentang seorang Muhammad, seakan ingin ‘menetralkan’ wajah umat islam di mata barat yang terlihat sebagai ‘teroris’.

Saya awalnya belum banyak tahu tentang sejarah peradaban dan agama manusia di dunia. Yang saya inget dikit-dikit cuman pelajaran swjarah waktu SMP, dimana yang diterangkan waktu itu cuman tanggal kejadian, tempat, dan nama-nama pelaku yang terlibat di sana tanpa memberikan ‘cerita’ dari sejarah tersebut. Penting bagi saya untuk mengetahui ‘cerita’ lengkap peradaban hidup manusia yang hidup sebelum kita.

Buku ini lebih dahulu bercerita secara flashback gambaran kehidupan beragama masyarakat dahulu, bagaimana agama menjadi sesuatu hal yang amat penting dalam kehidupan manusia waktu itu. Bagaimana sebuah ajaran baru, yakni Islam berusaha menyebarluaskan ajarannya dan membuat masyarakat dunia ‘geger’ dengan itu. Kedudukan agama kristen yang kuat bukan hanya dari segi agama tapi juga politik memungkinkan doktrin ini berakar dengan kuatnya di masyarakat Eropa waktu itu. Hal ini membuat perjuangan Islam menjadi tidak mudah dalam memperluas ajarannya.

Usaha yang dilakukan Islam tidak cukup dengan hanya berdakwah dengan pemikiran dan omongan, tapi juga memerlukan suatu pengorbanan dan perjuangan fisik yang berat. Islam banyak memndapat perlawanan bahkan serangan secara terbuka dari beberapa kaum yang menentangnya. Namun dengan izin Allah, umat Islam dapat bertahan sampai abad ke-11. Kenyataan bahwa jalan peperangan yang banyak ditempuh waktu itu membuat Islam terkesan ‘ganas’ dan tanpa kompromi.

Islam berjaya selama kurang lebih 4 abad sejak kedatangan wahyu kepada nabi Muhammad SAW. Islam telah membuktikan kepada dunia bahwa kehidupan bermasyarakat waktu itu sangatlah indah dengan persaudaraan dan saling mengasihi. Selama masyarakat terutama pemimpinnya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul secara murni (tanpa pengkultusan manusia, tanpa kecenderungan terhadap golongan tertentu) rasanya tidak akan ada yang bisa menjatuhkan Islam.

Namun yang terjadi adalah, umat islam hancur karena pondasinya telah dirusak.. Pondasi tersebut adalah akidah atau keyakinan. Kalimat “Laa ilaaha illallah”, tiada Tuhan selain Allah, seharusnya menjadi inti dari keyakinan. Yang banyak terjadi adalah perpecahan di antara umat Islam hanya karena berbeda pandangan atau kepentingan.

Melihat sejarah Islam masa lalu menjadi pembangkit semangat tersendiri bagi saya, agar bisa berjuang dalam mendalami dan mengajak orang lain untuk ikut menikmati indahnya Islam. Tapi, sejauh manakah kita mau tahu dan menghargai para pendahulu kita?


March 6, 2008

OK…

I forgive you…

Saya maafkan kalian…

Aku ampuni kalian…

Gw maapin elo-elo pade…

Ku aing dihampura maraneh…

Ku abdi dihapunten sadayana…

.

.

.

.

.

.

M A A F I N S A Y A J U G A . . .

 


Are You Crazy??

January 19, 2008

Gimana rasanya baca berita kaya gini?


Pasien RSJ Naik 5 Kali Lipat

BANDUNG, (PR).-
Jumlah pasien yang berobat ke Rumah Sakit Jiwa, Jln. L.L.R.E. Martadinata, Bandung, kini melonjak hingga lima kali lipat dibandingkan sebelumnya. Kepala RSJ Bandung, dr. Mahmud mengungkapkan, sebagian besar pasien adalah usia produktif, 18-50 tahun.

“Mereka datang sebagai pasien rawat jalan akibat gejala gangguan kejiwaan,” ujarnya saat dihubungi “PR”, Jumat (18/1) di Bandung.

Menurut dr. Mahmud, gejala gangguan kejiwaan yang diidap mereka yang berusia produktif merupakan konsekuensi dari kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan. Berdasarkan data di RSJ Bandung, saat ini dalam sehari lebih dari 100 orang datang untuk berobat.

“Apalagi saat awal krisis ekonomi di Indonesia tahun 1998, 60 persen pasien datang dari kalangan ekonomi menengah ke bawah,” tuturnya.

Krisis keuangan

Mahmud menambahkan, gangguan kejiwaan yang biasa muncul adalah depresi ringan. Hal itu terdeteksi dari gejala-gejala seperti gelisah, bingung, cemas, susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan nafsu makan terganggu. Gejala itu timbul berhari-hari dan terus-menerus.

“Sebaiknya cepat datang ke sini (RSJ-red) jika mengalami gejala-gejala seperti itu. Akan tetapi, rata-rata orang malu karena takut dianggap gila. Kebanyakan mereka malah berobat ke puskesmas atau ahli kesehatan dan mengonsumsi obat yang tidak tepat sasaran,” ucapnya.

Depresi, lanjut dr. Mahmud, biasanya terjadi saat stres yang dialami seseorang tidak kunjung reda. Penyebab depresi bisa dilihat dari faktor biologis, seperti karena sakit, trauma (benturan pada kepala yang mengenai saraf vital daya ingat dan kesadaran), pengaruh hormonal, dan pascamelahirkan.

“Selain itu, dapat dilihat dari faktor psikososial, misalnya konflik individual, masalah eksistensi, masalah kepribadian, dan masalah keluarga,” ujar dr. Mahmud.

RSJ Bandung memiliki enam psikiater untuk membantu mengatasi masalah kejiwaan. Jika sudah mengalami depresi tingkat tinggi, pasien bisa langsung dirawat. Sementara pencandu narkoba bisa mengobati gangguan kejiwaannya di RSJ Pasir Impun Bandung, yakni RSJ yang masih satu badan dengan RSJ Bandung. (CA-176)***

 

comment :

Jadi pengen berkomentar tentang istilah gangguan kejiwaan dan kata yang populer di masyarakat, yakni istilah ‘gila’.

Diakui atau ngga, kita cenderung menyebut orang yang memilikigangguan kejiwaan dengan istilah gila. Lalu..

Sebenarnya apa kegilaan itu?

Apakah kalau orang yang kita sebut ‘gila’ menyebut kita dengan ‘gila’ juga, lalu kita menjadi orang ‘gila’?

Berita di atas jadi indikasi, makin banyak orang ‘gila’ di muka bumi ini.. Itu yang terdata di RSJ, tapi di kenyataan gimana?

Gak sedikit orang-orang ‘gila’ yang sering nongkrong tiap malam, atau berkeliaran di jalan raya menunjukkan ‘kegilaan’ mereka dalam mengendara motor. Atau para pekerja instansi antah berantah yang ‘gila’ uang, mengambil keuntungan di setiap kesempatan.. ‘kegilaan’ yang menjadi tradisi, yang mendarah daging.. Para pejabat yang doyan menggelapkan pajak, memalsukan kuitansi pengadaan, menyuap untuk proyek, dan ‘kegilaan-kegilaan’ lainnya..

Juga orang-orang ‘gila’ yang mempercayakan hidupnya pada kebendaan atau pada hal yang tidak nyata.. Mendewakan manusia, menjadi ‘gila’ karena manusia.. Patuh dan tunduk pada hal semu..

Mungkin bisa disebut, makin banyak orang ‘gila’ di muka bumi ini, dan makin sedikit orang waras.. Lama-kelamaan, orang yang ‘gila’ akan dianggap waras sehingga orang waras akan dianggap ‘gila’.. Naudzubillah..

Abdullah bin Amr bin ‘ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bahawasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.”

H.R. Muslim

Aisyah r.a. berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan sampai hari kiamat sehingga anak seseorang menjadi puncak kemarahan (bagi ibu bapanya) dan hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas) dan akan bertambah ramai orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik dan anak-anak menjadi berani melawan orang-orang tua dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik”.

H.R. Thabrani

Keterangan
Di antara tanda-tanda kiamat ialah:

  1. Bila anak-anak merupakan puncak kemarahan orang tuanya.
  2. Bila hujan berkurangan, cuaca menjadi panas dan udara telah tercemar.
  3. Orang jahat bertambah banyak dan ajakan untuk membuat kejahatan sangat banyak.
  4. Orang yang berbuat kebaikan sedikit dan tidak mendapat kemudahan yang sewajarnya.
  5. Anak-anak sudah berani melawan orang tuanya.
  6. Orang-orang yang jahat berani melawan orang-orang yang baik dan tidak segan terhadap mereka.

Wallahu’alam

Yah, mungkin memang udah  takdirnya, pada akhir jamanakan semakin banyak manusia ‘gila’ atau dalam kata lain jahil, jahat, dll. Mudah2an kita bisa tetaap waras. Not being crazy like many people do.. Are you crazy?