Bismillahirrahmaanirrahiim

Kalo otak lagi mumet, enaknya ngapain ya?

Pernah ga ngalamin, kayanya semua hal yang mo dilakuin mentok aja! Ga bisa mikir jernih jadinya.. Dan akhirnya jadi ga produktif banget.. Padahal yang namanya kerjaan ga bisa ditunda-tunda, waktu jalan terus..

Katanya sih, cara yang lumayan efektif adalah minum kopi.. Iya gitu? Ada yang bilang, kopi bisa memacu tubuh kita termasuk jantung dan syaraf-syaraf agar bekerja lebih keras. Makanya sering ada istilah ‘kopi kesadaran’, orang yang minum kopi akan lebih ’sadar’ untuk melakukan kegiatannya.

Tapi subhanallah, kita ga pernah bisa tau gimana sebenernya sang sel-sel otak bekerja.. Gimana neuron-neuron syaraf saling berhubungan tuk memproses sesuatu..

Maha suci Sang Pencipta otak, yang membuat manusia “ada”. Karena akal pikiran lah yang membedakan manusia dengan binatang. Manusia bisa berpikir, dan bebas memilih.. memilih takdirnya sendiri.. memilih di antara ketaatan dan kekufuran.. memilih melangkah maju atau diam di tempat.. bahkan memilih untuk menyangkal bahwa adanya penciptaan (na’udzubillah..).

Tapi masih banyak juga manusia di muka bumi ini yang ga bersyukur.. Udah dikasih otak kok ga dipake.. Udah dikasih super-komputer paling canggih sepanjang masa, tapi ga digunain bener-bener.. Yang dipake mungkin cuman sebagian, hanya satu persen mungkin.. Yakni bagian merekam dan menduplikasi perbuatan orang-orang terdahulu, tanpa dipikir apakah hal yang dilakukan rasional atau tidak.

Hari-hari menjelang Maulid Nabi, pasti bakal rame.. Apalagi di daerah yang masih kental dengan adat keraton.. Di saat-saat ini peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW biasanya digelar dengan peringatan besar-besaran yang salah satunya biasa disebut ’sekaten’. Udah tau mungkin yah, sekaten tuh kayak apa? coba buka http://sekaten.jogja.com/ atau http://students.ukdw.ac.id/~22022936/sekaten.html.

Sebuah perjalanan penyebaran agama Islam di Indonesia ternyata perlu dicampuri oleh hal-hal seperti ini.. Sebenarnya acara peringatan maulid nabi pun bahkan tidak ada di dalam Sunnah.. Mungkin memang dengan latar belakang budaya yang sulit dilepaskan, waktu itu hal in ‘terpaksa’ dilakukan sebagai strategi penyebaran agama. Pada awalnya, inti dari peringatan seperti ini adalah berdakwah. Namun, lama kelamaan, inti tersebut lama kelamaan luruh, tertutupi kemasan yang lebih menarik bagi kebanyakan orang.

Miris banget lah, kalo baca itu.. Seakan telah menjadi ritual.. Seolah telah menjadi ‘kewajiban’. Meminta bukan pada yang layak dipinta, yang takkan mampu memberikan manfaat bahkan mudharat sedikit apa pun. Pusaka-pusaka bagaikan ‘berhala-berhala’ yang diperlakukan dengan istimewa layaknya jaman jahiliyah dahulu.. Na’udzubillah.. Bagi mereka ini sudah menjadi tradisi bertahun-tahun yang sepertinya ‘berdosa’ jika ditinggalkan

Baginda Rasulullah SAW tentu akan marah betul jika beliau melihat kondisi umat Islam yang menjadi mayoritas, malahan melestarikan perilaku seperti ini. Jika memang ingin menjunjung menunjukkan cinta kepada Rasulullah,maka seharusnya ikutilah segala contoh perbuatannya, bukan dengan cara yang tidak dicontohkan, dan menjurus kepada kemusyrikan. “Siapa yang mencintai sunnahku, maka sungguh ia telah mencintai aku dan ia pun kelak bersamaku di surga ”(al-hadits).

Karena akidah adalah sumber utama dan akar “tunggal” dari kehidupan umat. Hanya Allah tempat meminta dan memohon pertolongan.