<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hari Kartini yang salah kaprah..</title>
	<atom:link href="http://miaji.wordpress.com/2008/04/21/hari-kartini-yang-salah-kaprah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://miaji.wordpress.com/2008/04/21/hari-kartini-yang-salah-kaprah/</link>
	<description>Deep Thinking &#62;&#62; Hard Fighting</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2009 16:22:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Dodi</title>
		<link>http://miaji.wordpress.com/2008/04/21/hari-kartini-yang-salah-kaprah/#comment-38</link>
		<dc:creator>Dodi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 01:20:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://miaji.wordpress.com/?p=27#comment-38</guid>
		<description>Memimpin dengan maskulinitas itu bukan monopoli lelaki saja...lelakipun kalau feminimitasnya lebih besar dari maskulinitasnya maka dia tak berhak memimpin, sebaliknya perempuan yang sanggup menonjulkan maskulinitasnya maka dia bisa memimpin...setiap umat manusia mengandung kedua sipat tersebut dan tak bergantung gender, spiritulitas, akal sehat, objectivitas,keadilan adalah sifat2 maskulin, sedangkan subjectivitas, emosional, dan ketidak adilan adalah sifat2 feminim. Barang siapa bisa melakukan kepemimpinan dengan maskulinitas, maka baik itu perempuan ataupun laki-laki tidak menjadi masalah. Tuhan itu tidak membedakan gender, karena komponen terdalam di diri kitapun tidak bergender :-)

Semoga bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memimpin dengan maskulinitas itu bukan monopoli lelaki saja&#8230;lelakipun kalau feminimitasnya lebih besar dari maskulinitasnya maka dia tak berhak memimpin, sebaliknya perempuan yang sanggup menonjulkan maskulinitasnya maka dia bisa memimpin&#8230;setiap umat manusia mengandung kedua sipat tersebut dan tak bergantung gender, spiritulitas, akal sehat, objectivitas,keadilan adalah sifat2 maskulin, sedangkan subjectivitas, emosional, dan ketidak adilan adalah sifat2 feminim. Barang siapa bisa melakukan kepemimpinan dengan maskulinitas, maka baik itu perempuan ataupun laki-laki tidak menjadi masalah. Tuhan itu tidak membedakan gender, karena komponen terdalam di diri kitapun tidak bergender <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: madel</title>
		<link>http://miaji.wordpress.com/2008/04/21/hari-kartini-yang-salah-kaprah/#comment-32</link>
		<dc:creator>madel</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 16:22:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://miaji.wordpress.com/?p=27#comment-32</guid>
		<description>iya memimpin memang bencana

tapi ga semua sadar itu bencana hihi

tapi lagi, banyak juga ko yg sadar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya memimpin memang bencana</p>
<p>tapi ga semua sadar itu bencana hihi</p>
<p>tapi lagi, banyak juga ko yg sadar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: miaji</title>
		<link>http://miaji.wordpress.com/2008/04/21/hari-kartini-yang-salah-kaprah/#comment-29</link>
		<dc:creator>miaji</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 02:54:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://miaji.wordpress.com/?p=27#comment-29</guid>
		<description># adis : bner banget dis, perempuan emang diciptakan dari tulang rusuk, dekat dengan jantungnya, dekat dengan hatinya.. Hal itu berarti perempuan memiliki posisi yang sangat vital bagi laki-laki.. Mereka sudah fitrahnya saling mengisi.. Kalo kata istilah adis.. &quot;teamwork&quot;.. It&#039;s correct! 

Tentang menjadi pemimpin.. Sesungguhnya amanah menjadi pemimpin itu bukanlah anugerah, tetapi &quot;bencana&quot;!

&quot;Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat (menjadi khalifah) kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu karena mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh&quot; (Al-Ahzab :72)

Jazakallahu khair</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># adis : bner banget dis, perempuan emang diciptakan dari tulang rusuk, dekat dengan jantungnya, dekat dengan hatinya.. Hal itu berarti perempuan memiliki posisi yang sangat vital bagi laki-laki.. Mereka sudah fitrahnya saling mengisi.. Kalo kata istilah adis.. &#8220;teamwork&#8221;.. It&#8217;s correct! </p>
<p>Tentang menjadi pemimpin.. Sesungguhnya amanah menjadi pemimpin itu bukanlah anugerah, tetapi &#8220;bencana&#8221;!</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat (menjadi khalifah) kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu karena mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh&#8221; (Al-Ahzab :72)</p>
<p>Jazakallahu khair</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ariewibowo165</title>
		<link>http://miaji.wordpress.com/2008/04/21/hari-kartini-yang-salah-kaprah/#comment-28</link>
		<dc:creator>ariewibowo165</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 09:51:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://miaji.wordpress.com/?p=27#comment-28</guid>
		<description>mantap kali bro...emang sedih, kalo ngeliat ajaran Islam cuman dipetik sebagian saja</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mantap kali bro&#8230;emang sedih, kalo ngeliat ajaran Islam cuman dipetik sebagian saja</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elmanisa</title>
		<link>http://miaji.wordpress.com/2008/04/21/hari-kartini-yang-salah-kaprah/#comment-27</link>
		<dc:creator>elmanisa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 09:17:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://miaji.wordpress.com/?p=27#comment-27</guid>
		<description>aduh ko muncul smiley gitu ya? tu harusnya kurung tutup kang hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aduh ko muncul smiley gitu ya? tu harusnya kurung tutup kang hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elmanisa</title>
		<link>http://miaji.wordpress.com/2008/04/21/hari-kartini-yang-salah-kaprah/#comment-26</link>
		<dc:creator>elmanisa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 09:16:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://miaji.wordpress.com/?p=27#comment-26</guid>
		<description>pengen komentar aja, punten kalo ga nyambung

saya bicara bukan sebagai feminis saya bicara bukan sebagai &#039;pengagung lelaki&#039;

saya bicara sebagai orang yang bersikeras bahwa wanita dan lelaki itu sama dan saling membutuhkan. wanita tidak diciptakan dari tulang kaki karna bukan untuk diinjak, atau pun dari tengkorak karena memang bukan untuk memimpin, tapi dari tulang rusuk karena tulang rusuklah yang melindungi bagian vital laki2, jantung dan hatinya, juga untuk disayang dan dipeluk, juga untuk berjuang bersama saling berdampingan.

iya mungkin beberapa point diatas memang menunjukan &#039;anehnya&#039; feminisme dari kacamata agama. 

&quot;Wanita tidak berkewajiban mengurus rumah tangga, alias boleh berkarir tanpa memikirkan pendidikan anak dan kondisi rumah. Lalu akan jadi apa seorang anak tanpa bimbingan kasih sayang ibunya? Apakah dia akan menjadi “anak pembantu” atau “anak babbysitter”?&quot;

suka sebel aja gituh, sebel karena saya ngeliat sendiri dan pernah diceritain juga! kemaren malah! sadar ga sih banyolan bapa2 selama ini? giliran anaknya ancur (&quot;ibunya sih ga bener ngedidiknya!&quot;) tapi kalo anaknya pinter (siapa dulu bapa&#039;nyaaa..&quot;)

aduh, kolot banget yang begitu tuh, sampe detik ini pun masi ada yg begini! ckckck

jadi yah, kang aji jangan gitu kalo udah punya anak istri ntar, gatau diri banget kl kaya gitu, emang sih suam cape kerja cari nafkah, tapi ngedidik anak bukan hal gampang, makanya dibutuhkan team work. yang selama ini terjadi, istri lebih banyak disalahkan dan suami gamau tau apa2 asal dia udah kasi nafkah, padahal nafkah ga cuma materi! batin juga! hehe jadi nafsu! kang aji jangan jadi suami yang tutup mata sama keadaan rumah yah! hehe 

&quot;Bukankah Allah telah menjadikan laki-laki itu pemimpin bagi wannita karena Allah telah melebihkan Laki-laki dari wanita..&quot;

ga cuma wanita yang salah paham sampe muncul feminisme, laki2 juga suka menyalah artikan kalimat diatas! mentang2 diciptakan sebagai pemimpin, suka seenaknya sama cewe dan nganggep cewe tuh &quot;bisa apa si lo? udah deh diem di rumah aja&quot;

dan sekali lagi ya kang aji, adis berani bilang gitu tuh dari observasi nyata!!! dilihat, didengar dan dirasa!

nah, sekali lagi, kang aji jangan kaya gitu ya, pemimpin bukan penjajah! 

nuhun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pengen komentar aja, punten kalo ga nyambung</p>
<p>saya bicara bukan sebagai feminis saya bicara bukan sebagai &#8216;pengagung lelaki&#8217;</p>
<p>saya bicara sebagai orang yang bersikeras bahwa wanita dan lelaki itu sama dan saling membutuhkan. wanita tidak diciptakan dari tulang kaki karna bukan untuk diinjak, atau pun dari tengkorak karena memang bukan untuk memimpin, tapi dari tulang rusuk karena tulang rusuklah yang melindungi bagian vital laki2, jantung dan hatinya, juga untuk disayang dan dipeluk, juga untuk berjuang bersama saling berdampingan.</p>
<p>iya mungkin beberapa point diatas memang menunjukan &#8216;anehnya&#8217; feminisme dari kacamata agama. </p>
<p>&#8220;Wanita tidak berkewajiban mengurus rumah tangga, alias boleh berkarir tanpa memikirkan pendidikan anak dan kondisi rumah. Lalu akan jadi apa seorang anak tanpa bimbingan kasih sayang ibunya? Apakah dia akan menjadi “anak pembantu” atau “anak babbysitter”?&#8221;</p>
<p>suka sebel aja gituh, sebel karena saya ngeliat sendiri dan pernah diceritain juga! kemaren malah! sadar ga sih banyolan bapa2 selama ini? giliran anaknya ancur (&#8220;ibunya sih ga bener ngedidiknya!&#8221;) tapi kalo anaknya pinter (siapa dulu bapa&#8217;nyaaa..&#8221;)</p>
<p>aduh, kolot banget yang begitu tuh, sampe detik ini pun masi ada yg begini! ckckck</p>
<p>jadi yah, kang aji jangan gitu kalo udah punya anak istri ntar, gatau diri banget kl kaya gitu, emang sih suam cape kerja cari nafkah, tapi ngedidik anak bukan hal gampang, makanya dibutuhkan team work. yang selama ini terjadi, istri lebih banyak disalahkan dan suami gamau tau apa2 asal dia udah kasi nafkah, padahal nafkah ga cuma materi! batin juga! hehe jadi nafsu! kang aji jangan jadi suami yang tutup mata sama keadaan rumah yah! hehe </p>
<p>&#8220;Bukankah Allah telah menjadikan laki-laki itu pemimpin bagi wannita karena Allah telah melebihkan Laki-laki dari wanita..&#8221;</p>
<p>ga cuma wanita yang salah paham sampe muncul feminisme, laki2 juga suka menyalah artikan kalimat diatas! mentang2 diciptakan sebagai pemimpin, suka seenaknya sama cewe dan nganggep cewe tuh &#8220;bisa apa si lo? udah deh diem di rumah aja&#8221;</p>
<p>dan sekali lagi ya kang aji, adis berani bilang gitu tuh dari observasi nyata!!! dilihat, didengar dan dirasa!</p>
<p>nah, sekali lagi, kang aji jangan kaya gitu ya, pemimpin bukan penjajah! </p>
<p>nuhun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
