Bismillahirrahmanirrahim..

Hari Rabu, 4 November 2008 waktu AS, Barrack Obama terpilih menjadi presiden Amerika ke-44. Sorak-sorak gembira terdengar nyaring karena presiden ini mencetak sejarah sebagai presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat.

Banyak kalangan menyatakan harapan besar terpilihnya presiden muda ini, bahkan sejumlah tokoh islam ikut “senang” dengan terpilihnya Obama. Apa benar? Apa ada “untung”nya terpilihnya Obama bagi umat Islam? Apa karena latar belakang pernah tinggal di Indonesia selama beberapa tahun membuat Obama akan pro kepada Islam? Apa dia mengerti Islam?

Obama dan Yahudi

Ketahuilah, di berita yang ditulis situs kavkazcenter.com pada 31 Januari 2008. Seperti ditulis situs tersebut, Barack Obama pernah mengatakan kepada jurnalis Haaretz dan beberapa jurnalis Israel lainnya melalui telepon bahwa dirinya bukan Muslim, dan dirinya anti-Hamas dan Arab, serta dirinya akan melindungi Yahudi! Hal ini tentu saja untuk meminta dukungan penuh, terutama dari segi dana kepada komunitas Yahudi di AMERIKA yang sangat berpengaruh.

Obama Cari Dukungan Yahudi

Jumat, 23 Mei 2008 | 09:45 WIB (KOMPAS.COM)

BOCA RATON, JUMAT – Barack Obama ternyata termasuk politisi Amerika yang tidak bisa melepaskan ketergantungan pada Yahudi.  Dalam kampanye di Boca Raton Florida, ia berkomitmen menjamin keamanan  Israel.

Pernyataan itu dimaksudkan untuk menyakinkan kelompok Yahudi yang selama ini meragukan. Selain itu Obama juga berharap bisa meningkatkan hubungan antara Yahudi dan kulit hitam.

Dalam pertemuan di sebuah sinagoga B’Nai Torah, Kamis (22/5) atau Jumat (23/5) waktu Indonesia, Obama menegaskan lagi penentangannya terhadap negosiasi dengan kelompok militan Palestina Hamas. Namun ia juga menyatakan negosiasi dengan para pemimpin Iran bisa meningkatkan keamanan Israel.

“Nilailah saya atas apa yang saya katakan dan lakukan. Jangan menilai karena saya punya nama yang aneh. Jangan menilai saya karena saya keturunan Afrika Amerika dan memang banyak orang yang mempersoalkan masa lalu,” katanya.

“Kalau saya ada di Gedung Putih, saya akan membawa serta komitmen yang teguh untuk menjaga hubungan Amerika Serikat dengan Israel dan komitmen yang teguh juga terhadap keamanan Israel,” katanya.

Kenyataannya Obama adalah orang Kristen yang beribadah di Trinity United Church of Christ di Chicago.

Apakah ini, orang yang memberi harapan bagi dunia? Orang yang menjual latar belakangnya sebagai “pernah dekat dengan islam” dan “kulit hitam” sebagai penarik simpati dunia padanya? Tapi ternyata di belakang dia mengatakan dengan tegas pada orang Yahudi : “Aku bersama kalian sepenuhnya” dan seolah berkata “aku hanya mengatakan semua itu (bahwa dia simpati thd islam) untuk mempermainkan mereka (umat islam)”.

Mungkin inilah yang secara tegas dinyatakan dalam Al-Qur’an bahwa akan ada orang yang “mengaku beriman” tetapi itu hanya bohong dan ternyata orang itu jauh lebih berbahaya bagi kaum muslimin.

“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang beriman, mereka mengatakan “kami telah beriman”, dan apabila mereka kembali kepada setan-setan (orang-orang kafir/ Yahudi) mereka mengatakan “sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanyalah bermain-main” (Al-Baqarah (2) : 14)”

Obama dan Perubahan

CHANGE, itulah slogan yang diusung Obama. MEmang dari sektor politik dan ekonomi, akan ada banyak kebijakan baru yang diusung oleh Obama, diantaranya menurunkan pajak bagi orang miskin, dan tantangan terbesarnya adalah menyelamatkan Amerika dari krisis keuangan dengan defisit sebesar US$ 400 Milyar!. Tapi, dari sisi konflik yang berbau agama dan penguasaan wilayah, tampak tidak akan berubah, bahkan semakin buruk.

Berubah menjadi lebih agresif menekan Palestina, Irak, Iran, dan Afghanistan.. Ya, itulah perubahannya saudara-saudara. Dengan mengatasnamakan terorisme dan perdamaian, Obama memang berencana untuk menambah jumlah pasukan Amerika untuk semakin menekan negara-negara muslim tersebut.

Obama Dukung Yahudi dan Kecam Iran

Hidayatullah.com–Calon presiden AS dari Partai Demokrat Barack Obama berjanji dengan teguh akan mendukung Israel dalam kunjungannya ke Yerusalem hari Rabu (23/7) kemarin, sebelum bertemu dengan para pemimpin Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan.

Dalam lawatan ke kota Sderot di Israel selatan, Obama memperingatkan bahwa Iran yang bersenjata nuklir akan menjadi ancaman besar bagi keamanan dunia.

Senator Illionis itu menjanjikan komitmennya bagi keamanan Israel dan bagi pembicaraan perdamaian Timur Tengah selama melakukan lawatan dua hari di kawasan tersebut.

“Iran yang memiliki nuklir akan menjadi ancaman besar dan dunia harus mencegah Iran memiliki senjata nuklir,” kata Obama.

Obama akan Kirim 10 Ribu Personil ke Afganistan

(hariansib.com)

Washington (SIB)

Obama, calon presiden AS dari Partai Demokrat (hal ini dikatakan waktu kampanye), mengatakan bahwa ia akan mulai menarik personil dari Irak dan mengirim tambahan dua brigade tempur ke Afghanistan. “Kami tidak akan memiliki cukup sumber daya untuk menyelesaikan pekerjaan kami di Afganistan kecuali kami mengurangi komitmen kami di Irak,” tulis Obama dalam artikelnya yang diterbitkan oleh The New York Times.

Obama telah menyerukan penetapan jadwal bagi penarikan pasukan AS dari Irak. Namun dia berjanji untuk tetap mempertahankan sejumlah kecil personil untuk melatih militer Irak. Dia juga mengatakan bahwa pasukan operasi khusus akan tetap berada di Irak untuk memburu seluruh anggota al-Qaeda.

Bagaimana Sikap Seorang Muslim

Berharap pada pemimpin dari kalangan non-muslim, tentu bukan ciri muslim sejati, karena Allah telah menegaskan dalam Al-Quran : “… Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang zhalim (Al-Mumtahanah (60) : 6)”

Pada ayat suci di atas, jelas diterangkan bahwa kita dilarang untuk menjadikan kawan, orang yang memerangi agama Islam, atau yang membantu orang lain (misal Israel) dalam memerangi agama Islam dan mengusir umat Islam (dari tanah Palestina). Jika sebagai kawan pun sudah dilarang, apalagi sampai menjadikan “tokoh” yang dikagumi atau diberi harapan? Astagfirullah, jangan sampai menjadi orang zhalim.. Na’udzubillahimindzalik..

Hai, Amerika, tariklah dukunganmu terhadap Israel, tariklah pasukanmu dari Irak dan Afghanistan, fokuslah pada apa yang menjadi urusanmu, urusan ekonomi sendiri pun kau tak dapat mengaturnya. APAPUN yang kau gembar-gemborkan tentang isu perdamaian tak lain hanyalah OMONG KOSONG, tak ada buktinya! Meskipun Presiden barumu itu mengusung perubahan dan berlatarbelakang ‘dekat’ dengan Islam tapi tak ada gunanya bagi kami selama kau tak berhenti menzhalimi kami.

–Abu Jahal pun adalah orang yang dekat dengan Nabi Muhammad SAW, tapi kenyataannya dia adalah penentang paling keras. Begitu juga dengan paman nabi sendiri, Abu Thalib, dia tak bisa melepaskan dirinya dari pihak kaum kafir.. Jadi, ‘dekat’ tak berarti sepihak kan?–

Wallahu’alam.

Nb : ada yang mau menerjemahkan ini ke dalam bahasa Inggris? I hope Obama can read this.. :)