Kesalahan-Kesalahan dalam Shalat yang Dapat Membatalkannya

⛔ Kesalahan-Kesalahan dalam Shalat yang Dapat Membatalkannya ⛔

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh sebagian kaum muslimin di dalam shalatnya, yang jika ia melakukan SALAH SATU-NYA maka dapat berakibat MEMBATALKAN shalatnya. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1⃣ Mengucapkan takbiratul ihram sebelum imam mengucapkan “Allahu Akbar” untuk takbiratul ihramnya, atau sebelum imam selesai mengucapkannya.

2⃣ Makmum yang terlambat lalu mengucapkan takbiratul ihram ketika ia turun untuk ruku’ atau sujud mengejar ruku’ atau sujudnya imam, yang harus dia lakukan adalah takbiratul ihram dalam keadaan berdiri, kemudian ruku’ atau sujud mengikuti gerakan imam.

3⃣ Apabila seorang makmum mendapatkan imam dalam keadaan ruku’ lalu ia turun untuk ruku’ pada saat imam mulai mengangkat bangkit dari ruku’nya sebelum makmum masbuk tersebut sempurna dan tuma’ninah dalam ruku’nya maka ruku’nya tidak di anggap ruku’ yang sah, sehingga wajib baginya mengulangi, dan jika ia tidak mengulangi atau mengganti rekaat tersebut maka shalatnya tidak sah.

Karena tidaklah dianggap mendapatkan satu rekaat kecuali telah ruku’ bersama imam dengan sempurna dan tuma’ninah, yaitu seukuran membaca dzikir wajib pada ruku’ dengan keadaan tenang.

4⃣ Membaca surat Al-Fatihah, atau dzikir-dzikir dalam shalat dengan di dalam hati tanpa menggerakkan lisan dan kedua bibirnya,  maka shalatnya tidak sah karena tidaklah disebut membaca orang yang hanya terlintas sebuah bacaan di dalam hatinya walaupun ia seolah-olah seperti membaca.

5⃣ Terlambat dari mengikuti gerakan imam dengan sengaja hingga berpindah pada rukun berikutnya, maka shalatnya tidak sah. Seperti imam sujud lalu makmum tidak mengikuti sujudnya kecuali setelah imam bangkit dari sujud untuk duduk diantara dua sujud, maka shalatnya tidak sah. Karena ia dengan sengaja meninggalkan kewajibannya untuk mengikuti imam.

6⃣ Terlambat dalam mengucapkan takbir al-intiqal (takbir untuk pindah kerukun berikutnya) hingga berada pada rukun berikutnya tersebut dengan sengaja, seperti orang yang bangun dari sujud kerekaat kedua, dia tidak mengucapkan takbir hingga ia berdiri tegak di mana ia melakukannya dengan sengaja maka hal itu (tidak mencukupinya) yang dapat menyebabkan shalatnya tidak sah. Karena yang harus ia lakukan adalah bertakbir ketika sedang berpindah dari rukun ke rukun berikutnya, bukan pada rukun sebelumnya atau pada rukun setelahnya.

Dan apabila ia lakukan karena lupa maka tidak apa-apa. (Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Mumti’ 3/88)

7⃣ Mengikuti imam yang salah dengan melebihi jumlah rekaat, rekaat kelima atau menambah shalatnya.

Apabila imam salah dengan melebihi jumlah rekaat (rekaat kelima misalnya) maka wajib bagi makmum untuk mengingatkannya (dengan mengucapkan tasbih bagi laki-laki,  dan menepuk bagi perempuan) dan jika imam tetap berdiri maka wajib bagi makmum untuk duduk tasyahud, menunggu imam kemudian salam bersama imam dan tidak mengikuti rekaat yang lebih tersebut. Jika makmum mengikuti imam pada rekaat kelima tersebut dan mengetahui bahwa itu rekaat kelima maka shalatnya batal.

Dan jika ia mengikuti rekaat imam (yang kelima tersebut) karena tidak tahu bahwa itu rekaat kelima atau tidak tahu hukum haramnya mengikutinya maka shalatnya tetap sah. (Sebagaimana di jelaskan dlm Asy-Syarh Al-Kabir, Ibnu Quddamah. Da  juga fatwa Syaikh bin Baz rahimahumallah)

8⃣ Mengangkat kedua tangan atau salah satunya atau mengangkat kedua kaki ketika sujud, atau meletakkan salah satunya di atas kaki yang lain ketika sujud, atau mengangkat salah satunya dari tempat sujud apabila ia melakukannya selama ia sujud (dari awal hingga akhir sujud ) maka shalatnya tidak sah.

Dan jika ia mengangkat salah satunya kemudian meletakkan kembali masih dalam keadaan sujud maka tidak membatalkan shalat.

Karena meletakkan tujuh anggota sujud ke tempat sujud adalah merupakan rukun di antara rukun2 shalat. (Al-Mughni, Ibnu Quddamah: 1/516)

9⃣ Takbir untuk ruku’ (bagi makmum yang terlambat) dan melupakan takbiratul ihram.

Seorang makmum yang terlambat dan sedang mendapati imam ruku’ lalu ia terburu-buru takbir untuk ruku’ bersama imam dan tidak takbiratul ihram maka shalatnya tidak sah baik itu dilakukan dengan sengaja atau karena lupa.

Karena ia belum mengucapkan takbiratul ihram, dan takbiratul ihram adalah rukun shalat yang tidak sah shalat seseorang tanpa mengucapkannya. (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah,  14/37)

🔟 Mengikuti imam yang tidak mungkin bagi seorang makmum dapat membaca surat Al-Fatihah atau tuma’ninah.

Seseorang yang shalat di belakang imam yang tidak tuma’ninah dalam shalatnya yang berakibat tidak adanya kemungkinan bagi makmum untuk dapat membaca surat Al-Fatihah pada shalat sirriyah (yang lirih bacaannya) atau sempurna dalam membacanya atau tidak dapat tuma’ninah dalam gerakan-gerakan shalatnya maka mengikutinya menyebabkan shalatnya tidak sah.

Maka wajib baginya untuk memisahkan diri darinya dan menyempurnakan shalatnya dengan tuma’ninah dan khusyu’. (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah,  15/155).

⛔ 11. Terakhir: Merunduk sedikit ketika ruku’.

Apabila seseorang ruku’ tidak merundukkan punggungnya kecuali hanya sedikit saja maka ruku’nya tidak sah.

Karena yang wajib ketika ruku’ adalah merundukkan punggungnya lurus, dan batasannya adalah ia dikatakan orang yang lebih dekat kepada orang yang sedang ruku’ sempurna dari pada dianggap seperti orang yang sedang berdiri. (Syath Al-Mumti’, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah: 3/91)

Demikian diantara kesalahan-kesalahan yang dapat membatalkan shalat seseorang jika ia melakukannya, maka hendaknya kita mengambil pelajaran darinya agar shalat yang kita lakukan benar-benar shalat yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Wabillahi at-Taufiiq

📚 Diringkas dari risalah “خمسة عشر خطأ تبطل الصلاة”  Syaikh Shalih bin Sulaiman Ar-Rajhi hafidzahullah. (Dengan sedikit tambahan dan pengurangan).

✒ Oleh: Andri Abdul Halim, Lc. حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

——————————
♻ Silsilah nasihat ke – 54
📝 WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
📲 Ikuti di no: +966509273346

Sebab-Sebab Penyimpangan Aqidah Dan Cara-Cara Penanggulangannya

🔴 Sebab-Sebab Penyimpangan Aqidah Dan Cara-Cara Penanggulangannya 🔵

Penyimpangan dari aqidah yang benar adalah kehancuran dan kesesatan. Karena aqidah yang benar merupakan motivator utama bagi amal yang bermanfaat. Tanpa aqidah yang benar seseorang akan menjadi mangsa bagi persangkaan dan keragu-raguan yang lama-kelamaan mungkin menumpuk dan menghalangi dari pandangan yang benar terhadap jalan hidup kebahagiaan, sehingga hidupnya terasa sempit lalu ia ingin terbebas dari kesempitan tersebut dengan menyudahi hidup, sekali pun dengan bunuh diri, sebagaimana yang terjadi pada banyak orang yang telah kehilangan hidayah aqidah yang benar.

Masyarakat yang tidak dipimpin oleh aqidah yang benar merupakan masyarakat bahimi (hewani), tidak memiliki prinsip-prinsip hidup bahagia, sekali pun mereka bergelimang materi tetapi terkadang justru sering menyeret mereka pada kehancuran, sebagaimana yang kita lihat pada masyarakat jahiliyah.

♨ Di antara sebab-sebab penyimpangan dari aqidah shahihah yang harus kita ketahui yaitu:

1⃣ Kebodohan terhadap aqidah shahihah, karena tidak mau (enggan) mempelajari dan mengajarkannya, atau karena kurangnya perhatian terhadapnya. Sehingga tumbuh suatu generasi yang tidak mengenal aqidah shahihah dan juga tidak mengetahui lawan atau ke­balikannya.

2⃣ Ta’ashshub (fanatik) kepada sesuatu yang diwarisi dari bapak dan nenek moyangnya, sekali pun hal itu batil, dan mencampakkan apa yang menyalahinya, sekali pun hal itu benar. (Lihat QS. Al-Baqarah: 170)

3⃣ Taqlid buta, dengan mengambil pendapat manusia dalam ma­salah aqidah tanpa mengetahui dalilnya dan tanpa menyelidiki se­berapa jauh kebenarannya.

4⃣ Ghuluw (berlebihan) dalam mencintai para wali dan orang-orang shalih, serta mengangkat mereka di atas derajat yang semestinya, sehingga meyakini pada diri mereka sesuatu yang tidak mampu dilakukan kecuali oleh Allah, baik berupa mendatangkan kemanfa­atan maupun menolak kemudharatan.

5⃣ Ghaflah (lalai) terhadap perenungan ayat-ayat Allah yang ter­hampar di jagat raya ini (ayat-ayat kauniyah) dan ayat-ayat Allah yang tertuang dalam KitabNya (ayat-ayat Qur’aniyah). Di samping itu, juga terbuai dengan hasil-hasil teknologi dan kebudayaan, sampai-sampai mengira bahwa itu semua adalah hasil kreasi manusia semata, sehingga mereka mengagung-agungkan manusia serta menisbatkan se­luruh kemajuan ini kepada jerih payah dan penemuan manusia semata.

✅ Cara menanggulangi penyimpangan di atas teringkas dalam point-point berikut ini:

1⃣ Kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam untuk mengambil aqidah shahihah.

Sebagaimana para Salaf Shalih mengambil aqidah mereka dari keduanya. Tidak akan dapat memper­baiki akhir umat ini kecuali apa yang telah memperbaiki umat pendahulunya. Juga dengan mengkaji aqidah golongan sesat dan mengenal syubhat-syubhat mereka untuk kita bantah dan kita waspadai, karena siapa yang tidak mengenal keburukan, ia dikhawatirkan terperosok ke dalamnya.

2⃣ Memberi perhatian pada pengajaran aqidah shahihah, aqidah salaf, di berbagai jenjang pendidikan.

Memberi jam pelajaran yang cukup serta mengadakan evaluasi yang ketat dalam menyajikan materi ini.

Harus ditetapkan kitab-kitab salaf yang bersih sebagai materi pelajaran. Sedangkan kitab-kitab kelompok penyeleweng harus dijauhkan.

3⃣ Menyebar para da’i yang meluruskan aqidah umat Islam dengan mengajarkan aqidah salaf serta menjawab dan menolak seluruh aqidah batil.

Demikian, mudah-mudahan bermanfa’at. Wabillahi at-Taufiiq

📚 Sumber: Kitab Tauhid – 1 , oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

———————————
♻ Silsilah nasihat ke – 58
📝 WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
📲 Ikuti di no: +966509273346

Bacaan Dzikir Pagi & Sore Sesuai Hadits Shohih

Di bawah ini adalah lafadz dari bacaan do’a dan dzikir pagi dan sore hari:

Membaca Ayat Kursi (Pagi dan Sore 1x)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) me­lainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” Al-Baqarah: 255) (Dibaca pagi dan sore 1x) [1]

 

Membaca Surat Al-Ikhlas (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diper­anakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.’” (QS. Al-Ikhlash: 1-4). (Dibaca pagi dan sore 3x). [2]

Membaca Surat Al-Falaq (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) Shubuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”‘ (QS. Al-Falaq: 1-5). (Dibaca pagi dan sore 3x). [3]

Membaca Surat An-Naas (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

 “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisik­kan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Naas: 1-6) (Dibaca pagi dan sore 3x) [4]

 

Membaca (Dibaca Pagi 1x)

Ketika pagi, Rasulullah  صلي الله عليه وسلم membaca:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

 “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca pagi 1x) [5]

Membaca (Dibaca Sore 1x) 

Dan ketika sore, Rasulullah   صلي الله عليه وسلم membaca:

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

“Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung ke­pada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca Sore 1x)

Membaca (Dibaca Pagi 1x)

Ketika pagi, Rasulullah  صلي الله عليه وسلم membaca:

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ.

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca pagi 1x) [6]

Membaca (Dibaca sore 1x)

Dan ketika sore, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca sore 1x)

 Membaca Sayyidul Istighfar (Dibaca Pagi dan Sore 1x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjian­ku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung ke­pada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampuni­lah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat me­ngampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca pagi dan sore 1x)[7]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau.” (Dibaca pagi dan sore 3x) [8]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 1x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan ke­selamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta­ku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).” (Dibaca pagi dan sore 1x) [9]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 1x)

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.

“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau. Aku berlindung ke­pada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan sekutu­nya, (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.” (Dibaca pagi dan sore 1x) [10]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Dengan Nama Allah yang tidak ada bahaya atas Nama-Nya sesuatu di bumi dan tidak pula dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Mahamengetahui.” (Dibaca pagi dan sore 3x) [11]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 3x)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untuk­ku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).” (Dibaca pagi dan sore 3x) [12]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 1x)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.

“Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku meski sekejap mata sekali pun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca pagi dan sore 1x) [13]

Membaca (Dibaca Pagi 1x)

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ..

“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muham­mad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang ber­diri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak ter­golong orang-orang musyrik.” (Dibaca pagi 1x) [14]

Membaca (Dibaca Sore 1x) 

Dan ketika sore, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

“Di waktu sore kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang yang musyrik.” (Dibaca sore 1x)

Membaca (Dibaca setiap hari 10x atau 1x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Di­baca 10x [15]atau dibaca 1x) [16]

Membaca (Dibaca setiap hari 100x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

“Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.” (Di­baca setiap hari 100x) [17]

Membaca (Dibaca Pagi 3x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bi­langan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.” (Dibaca pagi 3x) [18]

Membaca (Dibaca Pagi 1x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” (Dibaca pagi 1x) [19]

Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 100x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca pagi dan sore 100x) [20]

Membaca (Dibaca setiap hari 100x)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Aku memohon ampunan kepada Allah dan ber­taubat kepada-Nya.”(Dibaca setiap hari 100x) [21]

Membaca (Dibaca Sore 3x)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan-Nya.” (Dibaca sore 3x) [22] 

Membaca Shalawat (Dibaca Pagi dan Sore 10x)

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.” (Dibaca pagi dan sore 10 x)[23] (*)

Kalimat Yang Diucapkan Bila Memasuki Kebun Sendiri

Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):39 – Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)…

Senyumlah…. :)

♻ Faidah Hadits ke 42

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

“Senyumanmu di hadapan saudaramu
adalah sedekah.” [Hr at-Tirmidzi].

Ikhwah fillah, a’azzakumullah…

Jangan Anda kira wibawa adalah dengan selalu berwajah serius dan mengerutkan dahi layaknya orang sedang berpikir.

Jangan pula Anda duga
bahwa tersenyum pada sesama adalah kelemahan
dan ketidakjantanan.

Justru sebaliknya, inilah
akhlaq baik yang selalu dipraktekkan Rasulullah
shallallahua ‘alaihi wa sallam beserta para
sahabat.

Anas ibn Malik, asisten Sang Nabi,
menuturkan bahwa belum pernah Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam berpapasan
denganku melainkan beliau menyunggingkan
senyum.

Justru itulah kunci wibawa dan pesona
seseorang. Orang yang ramah dan murah senyum akan lebih dihargai oleh orang-orang sekitarnya.

Senyuman adalah wujud kerendahan hati dan
penghargaan terhadap sesama. Ia akan sulit
dilakukan dengan tulus oleh orang-orang yang
buruk perangainya.

Uniknya, para pakar hadits kenamaan seperti Ishaq ibn Rahawaih, Asy-Sya’bi, Abdullah ibnul Mubarak rahimahumullah
mendefinisikan akhlaqul karimah dengan
senyuman dan keceriaan wajah.

Ikhwah fillah, a’azzakumullah…

Senyum merupakan ucapan selamat datang
terindah. Sekalipun ratusan karangan bunga
dipajang dan puluhan meter karpet merah digelar untuk menyambut Anda di sebuah walimah, namun
jika semua orang di sana bermuka masam, tidak tersenyum sedikitpun kepada Anda, tentu Anda akan berpikir sebaiknya tidak usah hadir saja.

Sebaliknya, bila tidak ada jamuan yang istimewa, namun rekan Anda menyambut Anda dengan senyum yang merekah, tentu apapun menunya,
kesan Anda akan selalu baik tentangnya.

“Senyuman dapat membuat perubahan besar”

Sobat yang sedang dirundung masalah pun
kontan akan merasa terhibur kala koleganya
ramah tersenyum di hadapannya.

Bahkan, bukankah seringkali sekedar senyuman itu lebih
dahsyat dari sedekah berupa materi namun
dipenuhi keangkuhan dan ketidakramahan saat
memberi?

Ikhwah fillah, a’azzakumullah…

Hadits di atas ada lanjutannya, yaitu: “…, amar makruf-nahi munkar juga merupakan sedekah, memberi petunjuk jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, membimbing orang yang tunanetra juga sedekah, menyingkirkan batu,
duri, atau tulang yang mengganggu di jalan juga sedekah, serta menuangkan air dari embermu ke
dalam ember saudaramu juga sedekah.”

Ikhwah fillah, a’azzakumullah…

“Jangan sekali-kali engkau remehkan kebaikan apa pun meski hanya sekedar menemui saudaramu dengan wajah yang ceria.” [Hr Muslim].

Wallahul Muwaffiq.

💌 Ust Nur Fajri Ramadhon.

💖 Just One Day One Hadith.

Sesama Mukmin Itu Saling Menguatkan

♻ Faidah Hadith ke 41

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Seorang mukmin dengan mukmin
lainnya lasana satu bangunan yang saling
menguatkan satu sama lain.” [Hr al-Bukhari dan
Muslim]

Ikhwah fillah a’azzakumullah…
Manusia secara naluri dan kodrati merupakan
makhluk sosial sebagaimana dijelaskan oleh para pakar, di antaranya Ibnu Khaldun.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta
menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku agar kalian saling mengenal.” [Qs
49: 13]

Terlebih lagi sesama mukmin, hubungan antar sesama mereka lebih erat lagi,

“Sesungguhnya
tidaklah kaum mukminin itu melainkan
bersaudara.” [Qs 49: 10]

Dalam hadits di atas
bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
memberi perumpamaan yang lebih indah lagi.

Tidak hanya bersaudara, bahkan mereka laksana satu bangunan yang saling menyangga satu sama lain!

Setelah mengucapkan sabda ini beliau lantas
menyilangkan jari-jari di tangan kanan dengan
jari-jari di tangan kiri.

Lebih istimewa lagi, Rasul shallalahu ‘alaihi wa sallam pun dalam hadits lain mengibaratkan
mereka laksana satu tubuh.

Jika salah satu
anggota tubuh merasakan sakit, maka spontan seluruh tubuh ikut merasakan penderitaan hingga
demam dan sulit tidur.

Subhanallah…
Ikhwah fillah a’azzakumullah…

Islam datang pertama kali di tengah bangsa
Arab yang kala itu sangat fanatik terhadap
kabilah masing-masing.
Mereka siap mengorbankan
jiwa dan harta mereka untuk menghadapi kabilah lain saat berseteru.

Hubungan silaturahim sesama keluarga dan kabilah sangatlah erat.

Sayangnya hal ini tidaklah terpuji secara mutlak dalam agama kita. Ada tali penghubung lain yang
seharusnya lebih dinomorsatukan, yaitu keimanan.

Sekalipun pihak yang terzalimi tidak memiliki
kekerabatan sama sekali dengan kita, atau
berada di negeri dan benua lain misalnya, maka hubungan keimanan akan memantik keimanan yang bersemayam di dada-dada kaum mukminin untuk
membela sekuat tenaga, dengan jiwa, harta, dan
doa.

Sebagaimana Islam menembus batas-batas
negara, ras, dan bahasa, begitu pula ukhuwwah
imaniyyah menyatukan semua mukmin di semua tempat.

Saling menguatkan dan meng-cover
kelemahan saudaranya.

Ikhwah fillah, a’azzakumullah…

Sebaliknya, betapapun dekatnya hubungan
seseorang dengan kita dari sisi nasab dan
wilayah, namun ketika ia tidak mengesakan Sang
Pencipta dalam tauhid serta tidak mengimani
rukun iman, maka tidaklah ia lebih utama
dibanding mukmin di seberang samudra yang
belum kita lihat.

“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir mencintai orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya
sekalipun mereka adalah ayah, anak, saudara,
atau kerabat mereka.” [Qs 58: 22]

Wallahul Muwaffiq.

💌 Ust Nur Fajri Romadhon

💖Just One Day One Hadith

4 Tahun Terindah

Mungkin seharusnya aku cuti hari ini,
Karena sebenarnya betapa ingin ku menghabiskan waktuku bersama denganmu
Di hari yang istimewa ini..

Empat tahun lalu,
awal kita merengkuh dayung berdua
Hanya berdua saja,
Mengarungi lautan luas kehidupan..

Namun kita selalu yakin, Allah bersama kita
Dalam setiap mimpi yang kita rajut
Dalam setiap langkah yang kita lakukan
Dalam setiap ujian yang datang
Ataupun anugerah yang diberikan..

Kini, empat individu telah mengisi perahu kecil kita
Kini, bersama kita merengkuh dayung, sambil mengajari dua manusia kecil itu tentang kehidupan

Sungguh betapa tugas yang amat berat bagi kita
Tak bisa dipungkiri hanya kepada Allah saja kita menyembah,
Hanya kepada Allah saja memohon pertolongan,
Memohon petunjuk jalan
Dan memohon kekuatan
Agar dapat sampai di ujung lautan dengan selamat.
Bertemu dengan Sang Maha Pemiliik Kehidupan..
Kembali di pelukan rahmat-Nya..

Perjalanan masih panjang kasihku,
Kita harus saling mengingatkan,
saling menguatkan,
akan kebenaran dan kesabaran..

Terima kasih atas segala inspirasi dan semangatmu
Perahu kita terus melaju
Tetap cintai Allah Yang Satu

100710 – 100714